Pelajaran matematika menyebalkan, membosankan, bikin pusing, tidak menyenangkan, mata pelajaran yang tidak disukai/dihindari siswa. Terus terang saya dulu ketika sekolah juga merasakan hal yang sama. Sekarang setelah menjadi guru, guru matematika pula. Apakah saya akan melakukan penyiksaan seperti yang saya alami semasa sekolah dulu? Hari ini saya mendapat semacam pencerahan ( Workshop Pembelajaran Matematika Kontekstual ) dari seorang nara sumber yang membuat pikiran saya terbuka, begini ini sebenarnya pembelajaran matematika sesungguhnya.
Pembelajaran Matematika yang Kontekstual (I)
3 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
arni20 berkata,
April 14, 2008 @ 9:33 am
Betul Bu …. ! memeng pelajaran matematika bagi sebagian anak sangat menyebalkan. Bahkan bagi anak saya sendiri. Namun selalu saya tekankan kepada mereka semakin kita tak seneng maka semakin kita tak kan bisa. oleh sebab itu kita harus mulai mencintai dan menyenanginya maka kita akan lebih mudah memahami pelajaran tersebut.
wardiberlina berkata,
April 14, 2008 @ 9:33 am
betul bu! waktu masih sekolah, sampai kuliah saya takut pada mata pelajaran ini. tetapi begitu jadi guru saya suka mengajar mata pelajaran ini karena setelah di jelaskan, diberi contoh anak suruh mengerjakan latihan/soal kita bisa istirahat. gituuu
Ersis Warmandyah Abbas berkata,
April 23, 2008 @ 2:08 pm
Mari saling mengunjungi, saling berkomentar. Kini, status kita sama, sama-sama bloger. Hayo, nulis, nulis, dan terus menulis. Salam cinta.