Kamis, 15 Mei 2008 tepatnya jam 17.00 saya dan suami bertandang ke rumah Lihan pengusaha muda yang akhir-akhir ini menjadi populer karena kesuksesannya, sempat antre sebentar tapi kami akhirnya dapat juga bertemu beliau. Meskipun terlihat lelah tapi senyum khasnya tetap terlihat menyambut kami, begitu juga istri beliau.Maklum dari pagi hingga sore hari tamu yang datang silih berganti. Benar kata orang meskipun beliau bisa dikatakan seorang milyerder tapi tetap berpenampilan sederhana, bersahaja dan tidak membedakan siapa yang datang baik pejabat maupun orang biasa tetap diterima dengan ramah. Sebenarnya tujuan kami bertandang selain untuk melihat secara langsung “putri malu” yaitu intan yang dibeli oleh pengusaha ini dari seorang pendulang intan di Martapura, juga ingin kenal dengan sosok Lihan sang pengusaha muda yang sukses dan religi ini. Dengan wajah yang cukup lelah beliau menceritakan tentang bisnis yang digeluti serta rencana beliau untuk membeli pesawat terbang yang berkapasitas 109 orang dengan jurusan Jakarta- Banjarmasin, Banjarmasin-Jakarta bekerja sama dengan Merpati Air Line. Wah sukses terus buat Bapak Lihan. Selain pengusaha yang sukses beliau juga seorang yang religi yang selalu menjadi sponsor utama pada kegiatan-kegiatan keagamaan. Tidak hanya kegiatan keagamaan yang ada di Kalimantan Selatan tetapi juga kegiatan keagamaan yang ada dipulau jawa, senang menyantuni anak-anak panti asuhan. Dilingkungan tetangga/kampungpun dan teman-teman pun beliau suka membantu itulah sifat beliau. Sangat jarang orang yang kaya tapi peduli dengan orang – orang disekelilingnya. Meskipun pertemuan kami hanya 15 menit tapi kesannya begitu banyak. Kami juga sempat berfoto dengan intan “putri malu”.
